Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari — saat matahari sudah naik hingga menjelang Zuhur. Nabi &shallallahu;'alaihi wa sallam menyebutnya sebagai sholat para awwabin (orang-orang yang kembali taat kepada Allah). Berikut niat dan tata cara sholat Dhuha yang benar.
Keutamaan Sholat Dhuha
Nabi &shallallahu;'alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap pagi, setiap sendi di antara kalian wajib bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf nahi mungkar adalah sedekah — dan yang mencukupi semua itu adalah dua rakaat Dhuha.” (HR. Muslim no. 720)
Waktu Sholat Dhuha
- Awal waktu: 15–20 menit setelah matahari terbit (isyraq).
- Waktu terbaik: Saat matahari sudah agak tinggi dan mulai terasa panas (sekitar pukul 08.00–10.00).
- Akhir waktu: Sebelum masuk waktu Zuhur (jangan sholat saat matahari tepat di puncak).
Jumlah Rakaat
Sholat Dhuha minimal 2 rakaat, bisa 4, 6, 8, hingga 12 rakaat. Dikerjakan per 2 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat. Nabi pernah sholat Dhuha 8 rakaat. Mulailah dari 2 rakaat, lalu tambahkan seiring kebiasaan.
Niat Sholat Dhuha
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
“Aku niat sholat sunnah Dhuha 2 rakaat karena Allah Ta'ala.”
Tata Cara Sholat Dhuha
- Berwudhu dengan sempurna.
- Niat sholat Dhuha (di dalam hati, bukan wajib dilafalkan).
- Takbiratul ihram — “Allahu Akbar”.
- Baca doa iftitah.
- Baca Al-Fatihah.
- Baca surah pilihan. Nabi sering membaca Surah Asy-Syams (rakaat 1) dan Adh-Dhuha (rakaat 2) saat Dhuha.
- Rukuk, i'tidal, sujud, duduk antara sujud, sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua, ulangi dari Al-Fatihah.
- Tasyahud akhir dan salam.
Doa Setelah Sholat Dhuha
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، وَإِنْ كَانَ قَرِيبًا فَيَسِّرْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
(Doa yang masyhur setelah Dhuha — status haditsnya perlu dikonsultasikan ke ulama setempat; namun banyak dipakai di kalangan masyarakat)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Bolehkah sholat Dhuha hanya 2 rakaat?
Boleh — 2 rakaat sudah mencukupi dan mendapatkan keutamaan penuh sholat Dhuha. Nabi bersabda dua rakaat Dhuha mencukupi sedekah seluruh sendi tubuh.
Apakah sholat Dhuha harus di masjid?
Tidak. Sholat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah, kecuali ada alasan tertentu (seperti tahiyatul masjid yang memang di masjid).
Bagaimana jika lupa sholat Dhuha hari ini?
Tidak ada qadha untuk sholat sunnah yang terlewat. Mulailah lagi besok dan usahakan konsisten.
Penutup
Dua rakaat Dhuha di pagi hari adalah investasi terbaik untuk hari yang produktif dan penuh berkah. Jadikan ia rutinitas, bukan keistimewaan. Lihat juga panduan sholat sunnah lengkap, sholat Tahajud, dan sholat sunnah rawatib.
Ditulis oleh tim Aldakwah — rujukan keislaman Pekanbaru/Riau.