Sholat Tahajud adalah sholat malam yang paling utama setelah sholat fardhu. Dilaksanakan di waktu yang Allah sendiri memujinya dalam Al-Qur’an, Tahajud bukan sekadar ibadah — ia adalah percakapan langsung antara hamba dengan Rabb-nya di saat paling sunyi dan paling mustajab. Berikut tata cara sholat Tahajud yang benar beserta keutamaannya.
Keutamaan Sholat Tahajud
Allah &subhanahu; wa ta'ala berfirman:
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Nabi &shallallahu;'alaihi wa sallam bersabda: “Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Waktu Sholat Tahajud
Sholat Tahajud dilaksanakan setelah tidur dan sebelum subuh. Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir — kira-kira 1–1,5 jam sebelum azan Subuh. Di sinilah Allah turun ke langit dunia dan berfirman:
“Siapa yang berdoa kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, pasti Aku berikan. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145)
Tata Cara Sholat Tahajud
Langkah 1: Niat
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
“Aku niat sholat sunnah Tahajud 2 rakaat karena Allah Ta'ala.”
Langkah 2: Pelaksanaan (per 2 rakaat)
- Takbiratul ihram — “Allahu Akbar”
- Doa iftitah
- Al-Fatihah
- Surah pilihan (dianjurkan surah yang panjang)
- Rukuk, i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud, sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua, ulangi
- Tasyahud akhir dan salam
Jumlah rakaat: Minimal 2 rakaat, tidak ada batas maksimum. Nabi biasanya sholat 8–11 rakaat (termasuk witir) di malam hari. Kerjakan per 2 rakaat, salam, lalu mulai 2 rakaat berikutnya.
Langkah 3: Doa Setelah Tahajud
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ
Allaahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardhi wa man fiihinn...
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji. Engkau cahaya langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya...”
(HR. Bukhari no. 1120 — doa Nabi saat Tahajud)
Tips Memulai Tahajud Rutin
- Tidur lebih awal — mustahil bangun sepertiga malam jika tidur larut malam.
- Pasang alarm — tidak ada yang salah dengan menggunakan alat bantu duniawi untuk ibadah.
- Mulai dari 2 rakaat saja — konsistensi 2 rakaat setiap malam lebih baik dari 8 rakaat sesekali.
- Simpan niat sebelum tidur — Nabi bersabda siapa yang tidur dengan niat bangun malam, lalu tertidur hingga subuh, maka pahala Tahajud tetap ditulis untuknya. (HR. Nasa’i)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa rakaat sholat Tahajud?
Minimal 2 rakaat, tidak ada batas maksimum. Yang paling utama adalah dikerjakan secara konsisten, berapapun rakaatnya.
Apakah harus tidur dulu sebelum Tahajud?
Ya, menurut pendapat yang kuat — salah satu syarat sholat Tahajud adalah dilaksanakan setelah tidur. Jika belum sempat tidur, disebut sholat Lail (sholat malam), bukan Tahajud, namun keutamaannya serupa.
Penutup
Tahajud bukan hanya ibadah — ia adalah pelatihan jiwa yang mengubah karakter seseorang secara perlahan. Mulai malam ini dengan 2 rakaat saja. Lihat juga panduan sholat sunnah lengkap, sholat Dhuha, dan sholat sunnah rawatib.
Ditulis oleh tim Aldakwah — rujukan keislaman Pekanbaru/Riau.