Sholat jenazah adalah fardu kifayah — kewajiban kolektif yang harus dilakukan oleh sebagian Muslim atas saudaranya yang meninggal. Jika tidak ada yang melakukannya, seluruh komunitas berdosa. Mengetahui tata caranya adalah bekal setiap Muslim yang dewasa. Berikut tata cara sholat jenazah yang benar sesuai sunnah.
Keutamaan Sholat Jenazah
Nabi &shallallahu;'alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa menyolati jenazah, ia mendapat satu qirath (pahala). Dan barang siapa mengikutinya hingga dikuburkan, ia mendapat dua qirath.” Ditanya: “Berapa itu?” Nabi menjawab: “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325)
Syarat Sholat Jenazah
- Suci dari hadats (wudhu) dan najis.
- Menutup aurat.
- Jenazah sudah dimandikan dan dikafani.
- Jenazah ada di depan (atau tidak jauh dari shaf) kecuali sholat ghaib.
Posisi Imam terhadap Jenazah
- Jenazah laki-laki: Imam berdiri sejajar kepala jenazah.
- Jenazah perempuan: Imam berdiri sejajar bagian tengah (perut/pinggang) jenazah.
Tata Cara Sholat Jenazah (4 Takbir)
Takbir Pertama — Al-Fatihah
Niat (di dalam hati): “Aku niat sholat jenazah [laki-laki/perempuan] ini 4 takbir fardu kifayah menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.”
Setelah niat, ucapkan takbir pertama (Allahu Akbar), lalu baca Al-Fatihah. (Menurut madzhab Syafi’i, baca Al-Fatihah. Ada perbedaan pendapat antar madzhab — konsultasikan ke ulama setempat.)
Takbir Kedua — Sholawat atas Nabi
Setelah takbir kedua (Allahu Akbar), baca sholawat Ibrahimiyyah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ...
Takbir Ketiga — Doa untuk Jenazah
Setelah takbir ketiga (Allahu Akbar), baca doa untuk jenazah:
Untuk jenazah laki-laki:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ
(HR. Muslim no. 963)
Untuk jenazah perempuan:
Ganti kata lahuu (له) dengan lahaa (لها) di seluruh doa.
Takbir Keempat — Doa Penutup
Setelah takbir keempat (Allahu Akbar), baca:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
“Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, janganlah Engkau uji kami setelahnya, dan ampunilah kami dan dia.”
Salam
Salam ke kanan saja, atau ke kanan dan kiri seperti sholat biasa. Keduanya ada riwayatnya.
Sholat Jenazah Ghaib
Diperbolehkan sholat jenazah tanpa jenazah di depan (ghaib) jika jenazah berada di tempat jauh. Nabi pernah mensholatkan Najasyi (Raja Habasyah) secara ghaib saat Raja tersebut meninggal. (HR. Bukhari no. 1327)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah perempuan boleh sholat jenazah?
Ya — perempuan diperbolehkan dan dianjurkan untuk menyolati jenazah.
Berapa jumlah shaf yang dianjurkan?
Nabi bersabda: “Tidaklah seorang Muslim meninggal lalu disholati oleh 40 orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali Allah kabulkan syafaat mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948). Minimal 3 shaf jika memungkinkan.
Penutup
Mengetahui tata cara sholat jenazah adalah fardhu ain yang sering diabaikan. Pelajari dan ajarkan kepada keluarga, karena kematian datang tanpa pemberitahuan. Lihat panduan sholat sunnah lengkap untuk ibadah lainnya.
Ditulis oleh tim Aldakwah — rujukan keislaman Pekanbaru/Riau. Sumber: HR. Muslim dan Bukhari yang telah diverifikasi.