Cara memanggil pasangan mencerminkan rasa hormat dan cinta yang ada dalam sebuah pernikahan. Islam mengajarkan bahwa pernikahan adalah perjanjian yang agung, dan memelihara kemesraan di dalamnya adalah ibadah. Berikut panggilan sayang Islami untuk suami dan istri — manis, bermakna, dan sesuai adab Islam.
Memanggil Pasangan dengan Panggilan yang Baik
Nabi &shallallahu;'alaihi wa sallam memanggil istrinya ‘Aisyah radhiyallahu 'anha dengan nama panggilan “Humaira” (yang kemerah-merahan pipinya) — menunjukkan bahwa panggilan sayang adalah sunnah yang dicontohkan Nabi sendiri. Allah &subhanahu; wa ta'ala juga berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)
Panggilan Sayang dari Bahasa Arab
| Panggilan | Arti | Untuk |
|---|---|---|
| Habibi / Habibti | Sayangku / cintaku | Habibi (utk suami), Habibti (utk istri) |
| Ruh / Ruhiy | Jiwaku | Keduanya |
| Qurrata 'Aini | Penyejuk mataku | Keduanya (dari QS. Al-Furqan: 74) |
| Nuur | Cahayaku | Keduanya |
| Malak / Malakah | Malaikatku (kiasan kelembutan) | Malak (utk suami), Malakah (utk istri) |
| Ummu / Abu [nama anak] | Bunda/Ayahnya [nama anak] | Tradisi Arab & Islam klasik |
Panggilan Sayang Islami dalam Budaya Melayu
Budaya Melayu Riau memiliki tradisi memanggil pasangan dengan penuh hormat dan hangat:
- Abang / Uda — panggilan istri kepada suami yang penuh penghormatan dalam budaya Melayu.
- Adinda / Dinda — panggilan lembut suami kepada istri; terasa sastra namun hangat.
- Mas / Mamang — lazim di kalangan Melayu campuran Jawa.
- Bunda / Ummi — panggilan suami kepada istri setelah memiliki anak; menunjukkan peran dan penghargaan.
Tips Memanggil Pasangan sesuai Adab Islam
- Jangan memanggil dengan nama yang merendahkan — Nabi melarang panggilan yang menyakiti perasaan pasangan.
- Sesuaikan dengan situasi — panggilan sayang di rumah tidak harus sama saat di depan umum; jaga adab dan budaya setempat.
- Ucapkan dengan niat yang tulus — panggilan yang keluar dari hati yang penuh cinta akan terasa berbeda dengan yang hanya di lidah.
- Sertai dengan doa — doakan pasangan secara rutin; doa seorang Muslim untuk saudaranya dikabulkan melalui malaikat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah memanggil pasangan dengan nama asli itu kurang sopan dalam Islam?
Tidak ada larangan memanggil pasangan dengan nama asli. Namun Nabi mencontohkan panggilan sayang yang lebih hangat. Memanggil dengan nama asli saja bisa terasa formal — menyeimbangkannya dengan panggilan sayang adalah sunnah yang memperkuat ikatan.
Bolehkah memanggil suami/istri dengan kata “Sayang” saja?
Boleh — selama tidak ada maksud yang menyalahi adab Islam. Panggilan dalam bahasa Indonesia seperti “Sayang” atau “Mas” adalah bentuk budaya lokal yang tidak bertentangan dengan syariat.
Penutup
Panggilan sayang yang tulus adalah salah satu cara memelihara kemesraan dalam pernikahan. Jangan remehkan hal kecil ini — karena rumah tangga yang kuat dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang penuh kasih. Kembali ke renungan pagi Islami untuk mengisi setiap hari dengan semangat iman.
Ditulis oleh tim Aldakwah — rujukan keislaman Pekanbaru/Riau.