Masjid Raya Pekanbaru (Senapelan): Sejarah, Lokasi & Panduan Berkunjung

Masjid Raya Pekanbaru — dikenal juga sebagai Masjid Raya Senapelan — adalah masjid tertua di Kota Pekanbaru, dibangun pada 1762. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini menyimpan jejak sejarah berdirinya Kota Pekanbaru dan kini berstatus cagar budaya. Artikel ini merangkum sejarah, arsitektur, lokasi, dan panduan berkunjungnya.

Masjid Raya Pekanbaru Senapelan yang bersejarah
Foto: Masjid Raya Pekanbaru — sumber: Wikimedia Commons

Sejarah Masjid Raya Senapelan

Masjid Raya Pekanbaru dibangun pada 1762 oleh Sultan Siak Sri Indrapura, dimulai pada masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah dan dilanjutkan oleh penerusnya. Masjid ini didirikan ketika pusat pemerintahan kerajaan dipindahkan ke kawasan Senapelan.

Dalam tradisi kerajaan Melayu, sebuah pusat pemerintahan wajib memiliki tiga unsur — istana, balai adat, dan masjid — sebagai lambang pemerintahan, adat, dan agama (dikenal sebagai “Tali Berpilin Tiga”). Masjid ini awalnya bernama Masjid Alam, lalu Masjid Nur Alam, hingga kini disebut Masjid Raya Pekanbaru.

Arsitektur dan keunikan

  • Akar arsitektur Melayu kuno — awalnya menggunakan tiang-tiang penyangga dari kayu.
  • Menara di dalam bangunan — disebut sebagai satu-satunya masjid dengan menara yang dibangun di dalam struktur, dibentuk dari sisa tiang penyangga setelah revitalisasi.
  • Beberapa kali renovasi — tercatat pada 1755, 1810, 1940, dan revitalisasi besar pada 2009 oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Status cagar budaya

Masjid Raya Pekanbaru ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya melalui keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 209/M/2017 pada 3 Agustus 2017. Status ini menegaskan nilai sejarah dan budayanya bagi Kota Pekanbaru.

Lokasi dan panduan berkunjung

Masjid ini berada di kawasan Senapelan, salah satu kawasan tertua dan cikal bakal Kota Pekanbaru.

  • Alamat: Jl. Senapelan, Kp. Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.
  • Adab berkunjung: berpakaian sopan, menjaga ketenangan, dan menghormati waktu shalat.
  • Cocok untuk: wisata religi sekaligus belajar sejarah Kota Pekanbaru.

Masjid ini termasuk destinasi utama dalam daftar wisata religi di Pekanbaru. Jangan lewatkan juga masjid ikonik lainnya, Masjid Agung An-Nur.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Kapan Masjid Raya Pekanbaru dibangun?

Masjid ini dibangun pada 1762 oleh Sultan Siak, menjadikannya masjid tertua di Kota Pekanbaru.

Kenapa disebut Masjid Raya Senapelan?

Karena lokasinya di kawasan Senapelan — pusat pemerintahan Siak saat itu sekaligus cikal bakal Kota Pekanbaru.

Apa keistimewaan masjid ini?

Selain sebagai masjid tertua dan cagar budaya, masjid ini dikenal memiliki menara yang dibangun di dalam struktur bangunan — ciri yang jarang ditemukan.

Penutup

Masjid Raya Senapelan bukan sekadar tempat ibadah, tetapi saksi sejarah berdirinya Kota Pekanbaru. Mengunjunginya berarti menapaki jejak peradaban Islam dan Melayu di Riau. Lihat destinasi religi lainnya di wisata religi di Pekanbaru.

Catatan & koreksi data. Informasi sejarah dan lokasi dapat diperbarui. Jika menemukan data tidak sesuai atau ingin melengkapi, hubungi admin kami: Nisrinanisrinapertama@gmail.com.

Ditulis oleh tim Aldakwah — rujukan keislaman lokal Pekanbaru/Riau. Data dirangkum dari sumber sejarah publik per 2026.

LihatTutupKomentar