Masjid Agung An-Nur adalah masjid terbesar dan paling ikonik di Kota Pekanbaru, Riau. Dikenal dengan julukan “Taj Mahal Riau” karena kemiripan siluetnya dengan Taj Mahal di India, masjid ini menampung hingga 14.500 jemaah dan menjadi pusat kegiatan Islam terbesar di Provinsi Riau.
Sejarah Masjid Agung An-Nur
Pembangunan Masjid Agung An-Nur dimulai pada tahun 1963 dan diresmikan pada tahun 1968 oleh Gubernur Riau Arifin Achmad. Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno, seorang arsitek yang memadukan gaya arsitektur Melayu dengan sentuhan Ottoman.
Pada tahun 1970, kaligrafi di interior masjid dikerjakan oleh Azhari Nur, kaligrafer asal Jakarta yang dikenal dengan keahlian tulisan Arab-nya.
Renovasi besar dilakukan pada tahun 2000 di bawah kepemimpinan Gubernur Saleh Djasit, yang memperluas lahan dari 4 hektare menjadi 12,6 hektare. Pada tahun 2022, enam payung elektrik besar ditambahkan di halaman masjid pada era Gubernur Syamsuar, menambah kenyamanan jemaah di luar ruangan.
Arsitektur: Kenapa Disebut Taj Mahal Riau?
Julukan Taj Mahal Riau muncul karena siluet Masjid Agung An-Nur — dengan kubah-kubah putih dan empat menara yang menjulang — mengingatkan pada arsitektur Taj Mahal di Agra, India. Namun arsitektur An-Nur sesungguhnya adalah perpaduan antara gaya Melayu dan Ottoman.
Beberapa keunikan arsitekturnya:
- 10 kubah — susunan kubah besar dan kecil yang membentuk siluet ikonik.
- 4 menara — menjulang di keempat sudut bangunan.
- 2 lantai — lantai atas sebagai ruang shalat utama, lantai bawah untuk kantor dan kegiatan pendidikan.
- 13 pintu di lantai atas, 4 pintu di lantai bawah — memudahkan sirkulasi jemaah dalam jumlah besar.
- 2 eskalator — memudahkan akses antar lantai, khususnya untuk jemaah lanjut usia.
- Halaman granit seluas 11.000 m² — lengkap dengan 6 payung elektrik yang dibuka saat hari besar Islam.
Kapasitas dan Peran sebagai Pusat Islam Riau
Ruang shalat utama Masjid Agung An-Nur mampu menampung 4.500 jemaah. Dengan halaman luarnya, total kapasitas mencapai 14.500 jemaah — menjadikannya masjid berkapasitas terbesar di Pekanbaru.
Masjid ini rutin menjadi lokasi:
- Shalat Idul Fitri dan Idul Adha berskala besar.
- Seminar dan kajian Islam tingkat provinsi.
- Tablig akbar dan ceramah ulama nasional.
Selain fungsi ibadah, kompleks An-Nur juga menaungi dua taman kanak-kanak (TK Islam An-Nur dan TK BPMAA) serta dua sekolah dasar (SD An-Nur dan SDIT BPMAA) — menjadikannya pusat pendidikan Islam yang terintegrasi.
Lokasi dan Panduan Berkunjung
Masjid Agung An-Nur terletak di pusat Kota Pekanbaru, mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.
- Alamat: Jl. Hang Tuah, Rejosari, Kec. Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.
- Koordinat: 0°31′36″LU 101°27′3″BT.
- Akses: Dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum dari pusat kota.
- Adab berkunjung: Berpakaian sopan (menutup aurat), menjaga ketenangan, dan menghormati waktu shalat.
- Waktu terbaik: Pagi hari atau sore hari — cahaya lebih sejuk dan tidak terlalu ramai.
Masjid An-Nur adalah salah satu destinasi utama dalam wisata religi di Pekanbaru. Jika ingin menelusuri jejak sejarah Islam kota ini lebih dalam, kunjungi juga Masjid Raya Senapelan — masjid tertua Pekanbaru sejak 1762.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Kapan Masjid Agung An-Nur dibangun?
Pembangunan dimulai tahun 1963 dan diresmikan tahun 1968 oleh Gubernur Riau Arifin Achmad.
Kenapa disebut Taj Mahal Riau?
Karena siluetnya dengan kubah putih dan empat menara menjulang mengingatkan pada Taj Mahal di India, meski arsitekturnya sebenarnya memadukan gaya Melayu dan Ottoman.
Berapa kapasitas Masjid An-Nur?
Ruang shalat utama menampung 4.500 jemaah. Dengan halaman granit luasnya, total kapasitas mencapai 14.500 jemaah.
Apakah ada fasilitas pendidikan di kompleks An-Nur?
Ya — kompleks An-Nur menaungi 2 TK dan 2 SD Islam, menjadikannya pusat ibadah sekaligus pendidikan Islam.
Penutup
Masjid Agung An-Nur bukan sekadar ikon arsitektur kota — ia adalah jantung kehidupan Islam di Pekanbaru. Dari sejarahnya yang dimulai 1963 hingga kapasitas puluhan ribu jemaah hari ini, An-Nur terus menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan syiar Islam di Riau. Temukan destinasi religi lainnya di wisata religi di Pekanbaru.
Catatan & koreksi data. Informasi sejarah dan lokasi dapat berubah. Jika menemukan data tidak sesuai atau ingin melengkapi, hubungi admin kami: Nisrina — nisrinapertama@gmail.com.
Ditulis oleh tim Aldakwah — rujukan keislaman lokal Pekanbaru/Riau. Data dirangkum dari sumber Wikipedia dan sumber publik per 2026.